Data Procurement.xlsx - update Maret 2026

Dashboard Logistik

Konsolidasi Asset Register, Inventory Register, dan Perlengkapan Lap & Lab untuk membaca portofolio aset, histori pembelian, cluster aset, dan pola procurement.

Coverage Data
699 record logistik dari 3 register
Rp3,5 M nilai procurement tercatat
2010-2026 rentang purchase history

Logistics Control Tower

Asset list, ringkasan nilai, status aset, donor, lokasi, vendor, dan kategori procurement.

Histori Pembelian

Nilai dan frekuensi pembelian per tahun, pola bulanan, serta pembelian terbaru dari filter aktif.

Annual procurement value

Buying window

nilai per bulan

Recent purchase history

Tanggal Register Deskripsi Cluster Lokasi Donor Nilai

Cluster Aset & Harga Rata-Rata

Pengelompokan aset berbasis deskripsi item untuk membaca komposisi portofolio dan basis rate procurement.

Cluster by value

Top lokasi

berdasarkan nilai
Product family Jumlah record Median unit price Range harga Tahun muncul

Story dari Data Logistik

Pola procurement yang bisa menjadi input SOP logistik, approval, vendor database, dan planning budget.

Procurement Rule yang Lebih Ringan, Tapi Tetap Terkontrol

Data menunjukkan SOP lama terlalu value-only. Rekomendasi baru memakai kombinasi nilai, cluster barang, rate card, dan risiko aset.

Threshold impact 199

record bernilai di atas Rp3 juta, sehingga SOP lama sering memicu penawaran/PO meskipun itemnya berulang dan standar.

High value 97

record di atas Rp7 juta. Nilainya besar, tapi banyak berasal dari cluster IT, kamera, fasilitas, dan alat teknis berulang.

Vendor gap 54%

record bernilai belum punya vendor eksplisit. Kontrol register minimum perlu diperkuat bersamaan dengan simplifikasi proses.

01

Gunakan jalur rate card untuk item berulang

Dry bag, booties, raincoat, life jacket, kursi, meja standar, printer, projector, GPS, pH/DO meter, dan laptop standar dapat memakai katalog harga/rate card yang diperbarui berkala.

  • Jika harga masuk range rate card, tidak perlu 3 penawaran ulang.
  • Cukup procurement request, cek rate card, invoice, payment request, bukti pembayaran, dan bukti terima barang.
  • PO dapat diganti approved request untuk routine/rate-card item sampai batas yang disetujui, misalnya Rp10 juta-Rp15 juta per transaksi.
02

Validasi vendor tahunan, bukan tender kecil berulang

Untuk standard technical goods, kontrol terbaik bukan mencari 3 penawaran setiap transaksi, tetapi validasi vendor dan harga secara periodik.

  • Minimal setahun sekali logistik/finance memperbarui vendor shortlist dan benchmark harga.
  • Pembelian individual boleh memakai vendor terdaftar selama harga tidak melewati toleransi, misalnya 10%-15% dari rate card.
  • Jika melewati toleransi, wajib price justification atau kembali ke mekanisme penawaran.
03

Tetap ketat untuk aset high-risk dan non-standar

Drone, kamera profesional, mesin produksi, kendaraan, infrastruktur, dan alat lab spesifik tetap perlu kontrol dokumen lebih kuat karena risiko spesifikasi, maintenance, dan nilai sisa aset.

  • Untuk item non-rate-card di atas Rp7 juta, tetap gunakan 3 penawaran dan bid matrix.
  • TOR/SOW harus memuat spesifikasi teknis, warranty, maintenance, dan kebutuhan tagging.
  • PO/kontrak tetap wajib untuk aset tetap atau total pembelian supplier bernilai material.

Draft Matriks Jalur Pengadaan

Jenis/cluster barang Sinyal dari data Jalur SOP baru Dokumen minimum
Routine consumable & field kit Median dry bag Rp0,3 juta, booties Rp0,6 juta, office chair Rp0,7 juta; sering dibeli berulang dalam batch. Rate card + approved request. PO tidak wajib jika masih dalam range dan total transaksi di bawah batas internal. Request, cek rate card, invoice, payment request, bukti pembayaran, bukti terima.
Standard technical goods Laptop standar median Rp9,1 juta; projector Rp5,6 juta; GPS Rp4,7 juta; DO meter Rp4,3 juta. Vendor shortlist + rate card tahunan. Tidak perlu 3 penawaran ulang selama harga dalam toleransi. Request, referensi rate card/vendor, PO atau approved request, invoice, payment request, tagging, bukti terima.
Specialized/high-risk assets Camera/media, drone, mesin, fasilitas, dan kendaraan sering bernilai di atas Rp7 juta dan punya risiko spesifikasi. Tetap ikut full procurement: penawaran kompetitif, bid matrix, PO/kontrak, dan kontrol aset. TOR/SOW teknis, procurement request, 3 penawaran/bid matrix, PO/kontrak, invoice, payment, tagging, serah terima.
Community/local technical procurement Beberapa pengadaan lokasi/komunitas sulit dibandingkan apple-to-apple dengan 3 supplier. 3 penawaran dapat diganti justifikasi supplier/komunitas jika ada alasan teknis/lokasi yang kuat. Justifikasi supplier, bukti kewajaran harga, approval program + finance/logistik, invoice/kwitansi, bukti terima.
Non-catalog/non-rate-card item Item tidak berulang tetap membutuhkan kontrol value-based seperti SOP lama. Gunakan threshold lama sebagai default: <Rp1 juta, Rp1-3 juta, Rp3-7 juta, dan >Rp7 juta. Sesuai level existing SOP, dengan tambahan register minimum vendor, lokasi, donor, tagging, dan custodian.
Perubahan kunci: Kontrol penawaran mengikuti nilai per item dan status rate-card. Approval, PO, dan payment control mengikuti total pembelian per supplier/per transaksi. Semua asset tetap wajib masuk register dengan vendor, tagging, lokasi, kondisi, dan custodian.

Daftar Aset Terfilter

Daftar item dari tiga register, mengikuti filter dashboard di atas.

Asset register view

Tanggal Register Deskripsi Cluster Qty Nilai Status Vendor Tagging