Initial interview — 22–24 April 2026

Interview Notes

Ringkasan narasumber awal untuk membaca kebutuhan SOP sebagai playbook kerja: partnership & komunikasi, logistik & pengadaan, finance, serta SDM & GA.

Interview Coverage
4 narasumber
4 area kerja: partnership, logistik, finance, SDM & GA
3 hari sesi: 22–24 April 2026

23 April 2026, 09.00–10.00

RH

Rahmat Hidayat (Mato)

Partnership & Communication Manager — Cabang Makassar

Bergabung 2023 · bertanggung jawab kepada Direktur Rio

Lingkup Pekerjaan

  • Brand management untuk Blue Forests.
  • Partner engagement — baik mitra baru maupun mitra eksisting.
  • Komunikasi internal dan eksternal (online/offline), termasuk media sosial.
  • Supervisi Partnership Assistant dan Social Media Assistant.
  • KPI: minimal dua grant berhasil per tahun.
  • Alur proposal: screening peluang → penyusunan draft bersama Rio, Yusran, dan asisten → submit → setelah granted, handover ke program, HR, dan finance.
  • Volume: sekitar satu proposal per bulan, total ~20 proposal termasuk Letter of Interest.

Pendapat Mengenai SOP Saat Ini

  • Belum ada dokumentasi alur kerja tertulis untuk divisi partnership.
  • Tim yang berpengalaman cenderung tidak terlalu membutuhkan panduan rinci, tetapi tetap mengakui kebutuhan prosedur yang jelas.
  • SOP diharapkan berbentuk playbook — berisi garis besar haluan kerja, bukan petunjuk yang terlalu teknis.
  • Implementasi AI masih minimal; sebatas brainstorming. Proses masih berjalan manual secara keseluruhan.

Masalah yang Ada

  • Tidak ada rate baku yang dipublikasikan secara internal; setiap divisi dan landscape memiliki kebutuhan berbeda sehingga sulit dibuat standar.
  • Gesekan antar divisi dalam penyusunan budget: finance ingin partnership yang menyusun, partnership merasa finance lebih kompeten — menjadi beban ganda saat deadline ketat.
  • Database proposal tidak terstruktur: disimpan di Google Drive tanpa pemilahan antara proposal berhasil, gagal, dan analisis penyebabnya.
  • Beberapa program melakukan survei setelah grant disetujui, bukan sebelumnya, sehingga menciptakan dinamika implementasi yang tidak ideal.
  • Sekitar 20% konten media sosial yang direncanakan terlewat akibat staf mengerjakan tugas lain secara bersamaan.
  • Format proposal sangat bervariasi karena tidak ada template baku.

Saran Pengembangan

  • Buat playbook proposal yang mencakup alur screening, penyusunan, dan handover secara jelas.
  • Susun dan publikasikan rate baku internal lintas divisi dan landscape sebagai rujukan bersama.
  • Bangun database proposal terstruktur yang membedakan status berhasil/gagal beserta analisis pembelajaran.
  • Integrasikan platform AI untuk membantu penyusunan proposal agar proses lebih efisien.
  • Tambah sumber daya desainer agar Social Media Assistant bisa fokus pada eksekusi konten.

23 April 2026

AZ

Andi Zaenab Astrian

Logistics Manager

Dibantu satu asisten (bergabung 8–9 bulan lalu)

Lingkup Pekerjaan

  • Pembuatan kontrak dengan supplier dan vendor.
  • Manajemen perumahan dan akomodasi staf.
  • Manajemen aset organisasi.
  • Pengadaan logistik (barang, peralatan, transportasi).
  • Alur permintaan: staf landscape → persetujuan logistik → persetujuan finance → persetujuan koordinator landscape.
  • Pemesanan hotel dan venue untuk kegiatan skala besar.

Pendapat Mengenai SOP Saat Ini

  • SOP yang ada saat ini kurang menarik secara tampilan sehingga staf enggan membaca dan memahaminya.
  • SOP menetapkan pengajuan H-5, tetapi kenyataan di lapangan banyak yang H-1 atau H-2 — menunjukkan SOP belum efektif diinternalisasi.
  • Dokumen ToR sudah memuat rencana anggaran, tetapi detail kebutuhan material dan peralatan di tiap landscape masih kurang spesifik.

Masalah yang Ada

  • Staf sering mengajukan permintaan pengadaan mendekati waktu pelaksanaan (H-1/H-2), padahal pengadaan di atas Rp7 juta idealnya butuh 2–3 minggu persiapan, terutama untuk barang langka.
  • Permintaan yang datang bersamaan memaksa tim memprioritaskan secara manual berdasarkan urgensi, tanpa sistem antrian yang baku.
  • Hanya dua landscape yang memiliki fasilitas logistik, keduanya masih bersifat dasar.
  • Sistem pencatatan masih manual (email + laporan aset); database barang dan vendor belum terbuka untuk staf.
  • Barang habis pakai (consumables) seperti alat tulis tidak tercatat secara detail.

Saran Pengembangan

  • Perbaiki tampilan SOP agar lebih menarik dan mudah dipahami staf di lapangan.
  • Perjelas aturan waktu pengajuan dan persyaratan persetujuan (termasuk lead time per kategori barang).
  • Pertegas klasifikasi barang: mana yang masuk kategori aset dan mana yang consumables.
  • Tambahkan persyaratan justifikasi yang lebih rinci dalam ToR, terutama untuk kebutuhan material dan peralatan per landscape.
  • Perjelas prosedur penerbitan Purchase Order (PO).
  • Revisi prosedur uji laboratorium yang memiliki kemiripan alur dengan pengadaan umum.
  • Idealnya, tambah administrator logistik di setiap landscape untuk mengurangi ketergantungan pada satu titik koordinasi pusat.

24 April 2026, 10.00–11.00

FR

Fransiska

Finance

Lingkup Pekerjaan

  • Pengelolaan anggaran dan pengeluaran program.
  • Analisis data historis spending lintas program dan lokasi.
  • Koordinasi dengan divisi lain terkait laporan keuangan dan kebutuhan budget grant.

Pendapat Mengenai SOP Saat Ini

  • SOP perlu diubah dari format yang terlalu detail menjadi playbook — berisi garis besar haluan kerja yang lebih mudah dirujuk.
  • Diperlukan bagan alur kerja yang jelas agar peran masing-masing fungsi tidak berjalan terisolasi.

Masalah yang Ada

  • Sebelum periode finance: data historis belum bisa dianalisis dengan mudah untuk menjadi referensi budget grant berikutnya.
  • Selama periode finance: data spending dan informasi operator tersebar di banyak lokasi sehingga sulit dikonsolidasi.
  • Peran kerja cenderung berjalan sendiri-sendiri antar divisi; koordinasi lintas fungsi lemah.

Saran Pengembangan

  • Buat alur kerja terorganisir dengan bagan yang jelas antar fungsi dan divisi.
  • Perinci prosedur crowd management dan pencegahan korupsi, khususnya untuk area-area berisiko tinggi.
  • Revisi rate bisnis dan hotel menggunakan data historis yang sudah ada.
  • Ubah format SOP menjadi playbook yang memuat garis besar haluan kerja, bukan instruksi sangat teknis.
  • Tetapkan protokol sanksi yang jelas untuk pelanggaran SOP agar lebih efektif dipatuhi.

22 April 2026

RK

Rieski Kurniasari

SDM & GA Manager

Bergabung 2015 · bertanggung jawab langsung kepada Direktur Rio · sempat cuti 2017–2018

Lingkup Pekerjaan

  • Mengelola seluruh fungsi SDM sejak awal bergabung (rekrutmen, administrasi HR, GA).
  • Koordinasi dengan Wana (Training & Organizational Development), Mato (Partnership & Communication), dan Ena (Logistik & Administrasi).
  • Koordinasi intensif dengan pengadaan/logistik.
  • Pengelolaan kontrak, timesheet, dan administrasi staf tetap maupun mitra/konsultan.
  • Bertanggung jawab atas evaluasi kinerja staf kontrak/mitra (sistem rating numerik + rekomendasi lanjut/naik gaji/putus kontrak).

Pendapat Mengenai SOP Saat Ini

  • SOP 2019 mengandung kesalahan ketik dan persoalan susunan yang sudah diidentifikasi; masukan perbaikan sudah dikumpulkan sejak 2022, tetapi belum mendapat persetujuan Direktur karena beban proyek.
  • Organisasi belum terdigitalisasi: proses bergantung pada PDF di Google Drive yang sulit dicari, sehingga staf lebih memilih bertanya langsung daripada membaca prosedur.
  • Harapan Tim HR adalah setiap bidang terdigitalisasi dan saling terkait, termasuk sistem HRIS; saat ini proses SDM masih banyak memakai Google Workspace, misalnya pengajuan cuti melalui form dan e-mail.
  • Belum ada sistem evaluasi kinerja untuk staf tetap (internal) — hanya staf kontrak/mitra yang sudah memiliki tabel evaluasi.

Masalah yang Ada

  • Rekrutmen konsultan: anggota tim sering membawa referral dan langsung meminta kontrak; Rieski membuat justifikasi post-hoc. Otoritas persetujuan tidak jelas (koordinator vs. Direktur), dan tidak ada sistem validasi kualifikasi referral — berpotensi menimbulkan bias.
  • Prosedur perlindungan tidak lengkap: SOP minim panduan teknis untuk grievance, anti-human trafficking, anti-slavery, anti-fraud, perlindungan anak, dan pencegahan pelecehan seksual — padahal donor sering memintanya.
  • Timesheet manual: supervisor harus menyetujui timesheet terlebih dahulu; keterlambatan beruntun memaksa tim finance bekerja lembur untuk memproses pembayaran.
  • Payroll manual dan kompleks: pengelolaan payroll harus menggabungkan berbagai sumber pendanaan dan belum terintegrasi dengan BPJS, pajak, serta pembuatan slip, sehingga memperberat kerja tim dan meningkatkan risiko human error.
  • Standar grading/leveling belum dilembagakan: standar remunerasi/leveling tidak dimuat di SOP karena memuat informasi salary yang confidential dan terakhir diterbitkan melalui SK 2019; draft Standar Grading/Leveling 2023-2025 pernah disusun untuk acuan rate personil, kualifikasi, dan rekomendasi peningkatan jabatan, tetapi belum disahkan meskipun sebagian dipakai de facto.
  • Laporan MEL: tim MEL kesulitan mengumpulkan laporan bulanan dari landscape tepat waktu karena alur manual (email + PDF); tidak ada visibilitas real-time.

Saran Pengembangan

  • Digitalisasi proses SDM: kurangi ketergantungan pada manual, buat prosedur mudah dicari dan dirujuk.
  • Susun roadmap HRIS minimum untuk cuti, timesheet, approval, personnel file, dan handoff payroll.
  • Ratifikasi standar grading/leveling sebagai acuan non-salary untuk kualifikasi, rate personil, dan promosi; informasi salary tetap dikelola melalui dokumen/SK terbatas.
  • Buat flowchart proses yang jelas untuk siklus hiring, pemeliharaan kontrak, dan pemutusan hubungan kerja.
  • Perjelas otoritas persetujuan rekrutmen konsultan: mana yang cukup di tingkat koordinator, mana yang perlu Direktur.
  • Lengkapi prosedur perlindungan (grievance, anti-fraud, perlindungan anak, dll.) agar siap saat donor meminta.
  • Terapkan sistem evaluasi kinerja untuk staf tetap agar penilaian tidak bergantung pada preferensi personal.
  • Pertimbangkan menghapus approval supervisor untuk timesheet yang bersifat rutin dan tidak berubah, dengan tetap menetapkan cut-off date yang ketat.
  • Bangun dashboard digital real-time untuk laporan landscape agar MEL dan manajemen bisa mengakses data tanpa menunggu kiriman manual.