Sesi ini difokuskan untuk menyelaraskan pemahaman dan langkah selanjutnya:
Menyepakati alur proyek
Membaca temuan awal dari dokumen yang tersedia
Menentukan langkah validasi sebelum drafting SOP
Thinking process kita tidak dimulai dari menulis SOP, melainkan dari diagnosis, pemetaan proses yang terarah, validasi lapangan, lalu desain future-state dan dokumentasi final.
Melakukan telaah dokumen existing untuk menetapkan konteks.
Memetakan proses kunci yang masuk scope.
Membaca bottleneck & kelemahan kontrol saat ini.
Verifikasi praktik lapangan vs dokumen pusat.
Mendesain future-state yang auditable.
Pembuatan SOP induk, fungsi, dan lampiran.
Review manajemen dan pengesahan final.
Paket data yang tersedia cukup untuk memulai diagnosis. Tantangannya: menyusun peta gap, prioritas validasi, dan arah desain SOP.
SOP 2019, draft 2022, organogram, dan audit existing sudah tersedia.
Aturan kerja yang tidak tertulis merupakan risiko, sehingga praktik aslinya harus divalidasi langsung ke lapangan.
Validasi lapangan dan proses aktual operasional.
Tidak mulai dari nol; dokumen existing menjadi basis revisi SOP.
Approval matrix, batas otorisasi, dan workflow aktual belum utuh.
FGD dibutuhkan untuk memvalidasi "work as done" vs "work as imagined".
Fokus menutup gap esensial: arah organisasi, alur aktual, pain point, dan governance keputusan.
Sinkronisasi SOP dengan visi & arah organisasi.
Memahami alur bisnis dari hulu ke hilir.
Verifikasi HR, Finance, dan logistik.
Menangkap deviasi proses operasional site.
Sepakati prioritas modul per SOP.
Empat topik krusial untuk memfokuskan definisi arah, alur, pain point, dan scope governance.
Prinsip, tata kelola, otorisasi, hierarki.
Rekrutmen, kontrak, disiplin, volunteer.
Budgeting, payment, reimbursement, audit trail.
Procurement, inventory, pergerakan aset.
Escalation, decision rights, GEDSI.
Akses, penyimpanan, kerahasiaan data.
Interview & FGD untuk uji hipotesis.
Susun kerangka SOP usai validasi.
Fokus kejelasan & praktik lapangan.